Sabar itu ada batasnya. Diam itu tidak bermaksud mengiyakan atau menidakkan segala. Sebaliknya melihat akan karenah dan perilaku supaya menjadi pedoman diakal fikiran agar bagaimana untuk kita tidak menjadi sedemikian rupa
Tak ingin lagi
aku lontarkan
api marah
yg terpendam di dalam hati
jika terluah
pasti membakar
jiwa-jiwa mereka
yang tiada sabar
Tak mungkin aku
sanggup menghunus
keris kata-kata yang bisa
menusuk ke dada mereka
walau ku mampu
membalasnya
Sesungguhnya aku
diam dan menyepi
hanya berperang-perang
di dalam hati
cuba melawan nafsu bertingkat
yang mengujiku saban waktu
tanpa tinggalkan
satu titik nokhtah
Puas aku berfikir-fikir
ke mana arah hendak kutuju
memadamkan lautan
api amarah ini
dengan selaut air damai yang tenang
atau curahan api bernyala-nyala?
Tak akan aku biarkan
gunung gelora dendam
membara semula
kerna ia
pasti meletus
bila sabar
telah tiada lagi nilai
Mujurlah 2 tangan ini
masih tidak kulupa gunanya
menadahkan ke langit setiap masa
mengharapkan YG DI ATAS
memberi titik nokhtah
barisan ayat-ayat amarahku ini
dgn hikmah wal hasanah
Biarlah apa jua keikhlasan dan kebaikan yang kita lakukan tidak dapat diterima dan dihargai oleh orang lain, tetapi memadailah jika kita berharga disisi ALLAH SWT.
Live with intention. Walk to the edge. Listen hard. Practice wellness. Play with abandon. Laugh. Choose with no regret. Continue to learn. Appreciate people. Do what you love. Live as if this is all there is.